Malaysia, 22 Oktober 2025 – Dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menunjukkan peran aktif dan kontribusi nyata dalam kancah internasional dengan menghadiri dan berpartisipasi dalam The 7th International Conference on Halal: Policy, Culture, and Sustainability Issues (IC-Halal UMI ke-7) di Malaysia.

Konferensi bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas Muslim Indonesia (UMI), khususnya JK Research Center UMI, dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Malaysia.


IC-Halal UMI ke-7 tahun ini mengangkat tema krusial: “Halal Industry 4.0: Leveraging Technology for Sustainability and SDGs Achievement”. Tema ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi Industri 4.0, seperti Blockchain, Artificial Intelligence (AI), dan IoT, untuk mendorong transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan dalam seluruh rantai pasok industri halal global, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Kehadiran delegasi FEB UMI, yang melibatkan dosen dan mahasiswa, menegaskan komitmen fakultas dalam pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam, serta industri halal di tingkat internasional. Partisipasi mereka dalam forum ini menjadi peluang emas untuk berbagi temuan riset terbaru, bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang di era digital, dan menjalin kemitraan akademik.

Dosen FEB UMI, Dr. Asriani Junaid, SE., MSA., Akt. menyatakan, “Keikutsertaan kami dalam IC-Halal ke-7 ini adalah bukti nyata peran aktif FEB UMI dalam memajukan riset dan kebijakan industri halal. Kolaborasi dengan USIM dan kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai negara diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang kuat untuk mendorong industri halal yang tidak hanya sesuai syariat (halalan dan thayyiban) tetapi juga berkelanjutan dan inovatif di era digital.”

Diharapkan, hasil kolaborasi dan diskusi ilmiah yang dihasilkan dari konferensi ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap standardisasi halal global, pengembangan produk halal berteknologi tinggi, serta penguatan sektor UMKM halal agar mampu bersaing di pasar internasional.