
FEB UMI kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi akademik yang aktif berperan dalam merumuskan arah pembangunan nasional. Hal ini tercermin dalam kepercayaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia kepada FEB UMI sebagai tuan rumah yang melaksanakan pertama kali diskusi tematik di Indonesia Timur, FEB UMI di daulat untuk menjadi mitra kolaborasi pemerintah dalam hal ini DPD RI untuk mengkaji perubahan arsitektur anggaran pemerintah untuk pembangunan daerah dalam bingkai Astacita.
Hadir dalam kegiatan ini yakni dosen FEB UMI dan mahasiswa lintas kampus baik negeri maupun swasta yang ada di wilayah Makassar.
Acara ini di gelar di Aula Prof. Abd Basalamah FEB UMI pada hai Jum’at, 22 Agustus 2025, menghadirkan Bapak Tamsil Linrung (Wakil Ketua DPD RI 2024-2029) sebagai keynote speaker, juga turut menghadirkan pemateri Jusman Dalle dan pemateri dari kalangan akademisi yakni Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah dan Dr. Ilham Labbase.
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FEB UMI menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UMI, khususnya FEB, sebagai mitra dalam forum diskusi tematik ini. Ia menegaskan bahwa FEB UMI siap menjadi bagian penting dari pembangunan SulSel-Makassar dan Indonesia, melalui pendekatan kolaboratif dan kontribusi nyata di berbagai bidang.
FEB UMI ingin inline dengan DPD RI, agar kajian akademik kami dapat memberikan kontribusi konkret bagi kebijakan fiskal dan program pemerintah yang inklusif,” kata Dr. Syafi’i menegaskan.
Pada kesempatan ini, Bapak Tamsil menyampaikan materinya “kegiatan ini menjadi langkah awal mensinergikan dan mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkhusus perubahan arsitektur anggaran pemerintah dalam kerangka Astacita.

FEB UMI menjadi kampus pertama yang kami daulat untuk menjadi host dan kedepan akan kami galakkan di kampus lain agar kebijakan pemerintah juga tersosialisasikan di dunia akademik khusunya bagi adik-adik mahasiswa yang menjadi agen pembaharu dan salah satu wakil rakyat yang intens menyuarakan aspirasi rakyat”.
Indonesia sedang merangkai masa depan dengan lebih sadar arah. Cita-Cita menuju Indonesia Emas 2045 sedang di Galakkan melalui Konsep“ASTACITA”.
APBN menjadi alat vital untuk memastikan cita-cita berada pada Track-nya, punya bahan bakar, dan punya penumpang yang siap ikut sertadalam perjalanan panjang menuju kedaulatan ekonomi, sosial, dan budaya”.
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai langkah awal kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan dunia akademisi untuk mengawal pelaksanaan anggaran dan juga menterjemahkan arah kebijakan pemerintah sekaligus mendapat inputan untuk perbaikan segala aspek dalam mensukseskan pelaksanaan Astacita sebagai program unggulan pemerintahan saat ini.
Kepala daerah sebagai garda terdepan pelaksanaan kebijakan pusat menjadi aksi nyata di level akar rumput adalah katalisator perubahan yang akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, meratakan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

Di butuhkan komitmen untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan program astacita. Oleh karena itu di harapkan pelaksanaannya diharapkan mengacu “Cetak Biru Transformasi Daerah BerbasisAsta Cita : Daerah Maju, Indonesia Maju”.
Buku ini menghadirkan inovasi berupa ASTA Index, kerangka kerja revolusioner untuk mengukur dan memaksimalkan efek pengganda ekonomi dari setiap program pembangunan daerah dengan penekanan pada efek pengganda ekonomi. Ujar Dr. Muhammad saat menyampaikan materinya.
