
Merayakan miladnya yang ke-62 Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB) UMI berhasil melaksanakan dua kegiatan yakni International Expert Lecturer dan Kuliah Umum.
Mengangkat tema “Digital Transformation for Sustainable Business Growth: Best Practices and Trends” di Auditorium Al-Jibra UMI pada 2 Desember 2024.
Kegiatan tersebut di atas berkolaborasi dengan Griffith University, Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perwakilan Sulawesi Selatan.
Dekan FEB UMI., Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah, SE., MM. mengatakan Tema kegiatan ini dipilih, sebagai komitmen FEB UMI untuk terus berkontemplasi, berinovasi dan beradaptasi menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri.
Ini yang terus berkembang terhadap perubahan yang sifatnya disrupsi menuju era marketing 6.0. FEB berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan (scientific) di bidang ekonomi dan bisnis berkelas dunia.
“Kita mau menjadi fakultasyang terdepan dalam pencapaian kualitas akademik, inovasi, dan Good faculty Governance menuju smart faculty,” ungkapnya.
Kegiatan International Expert Lecturer dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan atmosfer akademik di bidang ekonomi dan memperkuat jaringan internasional.
Menghadirkan narasumber Prof. Jiraporn (Nui) Surachartkumtonkun from department of marketing Griffith Business School, Griffith Univercity Australia. “BusinessUsing AI Tools: AI tools can be used in reducing bias in recruitment, personalizing training for diverse learning styles, analyzing data to identify diversity gaps, and supporting employees with tailored resources via AI-powered chatbots and virtual assistants,” tegas Prof. Nui pada saat menyampaikan materinya.

Kegiatan lainnya, kuliah umum dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas akademik yang berfokus pada pembahasan current issue dalam bidang ekonomi dan bisnis sebagai bekal awal bagi mahasiswa baru FEB UMI.
Kuliah umum menghadirkan pembicara dari BI yakni Ricky Satria (Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulwesi Selatan) dan dari OJK yakni Meilthon Purba (Analis OJK Sulselbar).
“Impact kebijakan BI yang terpengaruh dari adanya pergerakan digital transformation yakni keeping, menyimpan uang sementara untuk pembayaran retail. Ada yang berbasis kartu ada yang berbasis aplikasi.
Lalu ada layanan keuangan (buka rekening, penyimpanan uang, tarik tunai, transfer, pengajuan kredit, pembayaran) berbasis UE server-based oleh bank dan non-bank di agen.
OJK memiliki kewenangan untuk menyusun dan mengeluarkan regulasi dalam rangka mengatur seluruh sektor keuangan. Wewenang OJK yakni merumuskan dan mengeluarkan peraturan-peraturan yang mengatur berbagai aspek kegiatan di sektor jasa keuangan.
Tantangan terhadap perlindungan konsumen diera digital yang ditempuh oleh OJK yakni rendahnya litreasi dan maraknya produk illegal dan penipuan, penyampaian informasi yang tidak jelas, perilaku konsumen ingin praktis dan serba cepat dan misleading information, misselling dan overindebtness.
Meilthon sebagai pemateri mewakili OJK Perwakilan Sulsel, mengatakan, di usia yang sudah matang ini, FEB UMI bertekad untuk te
rus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan dalam dunia pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat serta pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini akan di follow up lebih lanjut oleh BI, OJK dan Griffith Univercity ke arah yang lebih luas seperti kolaborasi riset, pertukaran pelajar dan pengabdian kepada masyarakat antara masing-masing pihak yang nantinya menjadi keunggulan UMI yang kemudian menjadi Social Capital atau menghadapi gempuran teknologi artificial intellgence yang terdisrupsi dari kemajuan dan perkembangan zaman sehingga kita dapat bergerak semakin mantap menuju UMI goes to World Class University,” tutupnya.
Sumber : Harian Fajar(*)
