Mei 13, 2019 574 Views

Konsep Capital Budgeting

Oleh : Prof. Dr. H. Mahfudnurnajamuddin, SE.,MM (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI)

A. Pendahuluan

Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang  digunakan  untuk produksi, sedangkan anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan datang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap.

Secara defenisif yang dimaksud dengan capital budgeting adalah merupakan proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalisasi tujuan perusahaan. Investasi juga berarti pengeluaran pada saat ini dan hasil yang diharapkan dari pengeluaran tersebut baru akan diterima lebih dari satu tahun mendatang.

Sebagai konsekuensinya, perusahaan membutuhkan prosedur tertentu untuk menganalisis dan menyeleksi beberapa alternatif investasi yang ada. Keputusan mengenai investasi tersebut sulit dilakukan karena memerlukan penilaian mengenai situasi dimasa yang akan datang, sehingga dibutuhkan asumsi-asumsi yang mendasari estimasi terhadap situasi yang paling mendekati yang mungkin terjadi, baik situasi internal maupun eksternal perusahaan. Investasi tersebut harus dihitung sesuai dengan cash flow perusahaan dan harus merupakan keputusan yang paling tepat untuk menghindari resiko kerugian atas investasi tersebut.

Perusahaan biasanya membuat berbagai alternatif atau variasi untuk berinvestasi dalam jangka panjang, yakni berupa penambahan asset tetap seperti tanah, mesin dan peralatan. Aset tersebut merupakan aset yang berpotensi, yang merupakan sumber pendapatan yang potensial dan mencerminkan nilai dari sebuah perusahaan. Capital budgeting dan keputusan keuangan diperlakukan secara terpisah. Bila investasi yang diajukan telah ditentukan untuk diterima, manager keuangan kemudian memilih metoda pembiayaan yang paling baik.

B. Pentingnya Capital Budgeting

  1. Capital budgeting dibutuhkan oleh siapa saja (swasta/pemerintah, atau individu/kelompok)
  2. Keputusan capital budgeting akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
  3. Penganggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
  4. Dalam melakukan investasi, pengeluaran modal sangatlah penting

C.Tahap-Tahap Penganggaran Modal

  1. Ada ide/gagasan suatu proyek/investasi
  2. Biaya proyek (nilai investasi) harus ditentukan
  3. Manajemen harus bisa menentukan struktur modal (capital structure)
  4. Manajemen harus menentukan biaya modal (cost of capital)
  5. Manajemen harus memperkirakan aliran kas (cashflow) yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva.
  6. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi (memakai distribusi probabilitas aliran kas).
  7. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva.
  8. Mengevaluasi kelayakan proyek/investasi dengan memperhatikan nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya.

Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.

Dalam prinsip manajemen keuangan yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan keputusan investasi, biaya modal sendiri justru harus diperhitungkan. Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penelimaan kas dalam investasi memilki nilai waktu uang. Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yang diterima di masa yang akan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitungan laba perusahaan, biaya diperhitungkan berdasarkan asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihan investasi yang memperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai.

D. Motif Capital Budgeting

  1. Pengembangan produk baru atau pembelian aktiva baru
  2. Pengurangan biaya dengan mengganti aktiva yang tidak efisien
  3. Modernisasi atas aktiva tetap

E. Jenis-Jenis Keputusan Capital Budgeting

  1. Penambahan dan perluasan fasilitas
  2. Menbuatan Produk baru
  3. Inovasi dan perluasan produk
  4. Pembangunan baru (pabrik, jalan raya, jembatan)
  5. Penggantian pabrik atau peralatan lama dengan pabrik atau peralatan yang baru
  6. Menyewa/membuat atau membeli
  7. Penyesuaian fasilitas dan peralatan dengan peraturan pemerintah, lingkungan, dan keamanan
  8. Lain-lain keputusan seperti kampanye iklan, program pelatihan dan proyek-proyek yang memerlukan analisis arus kas keluar dan arus kas masuk.

F. Proses Capital Budgeting

Proses Capital Budgeting terdiri dari 6 langkah yang saling berkaitan, yaitu sebagai:

  1. Basic Reseach

Rencana melaksanakan suatu proyek/investasi harus didukung oleh data dan informasi. Untuk itu perlu dilakukan studi lapang atau studi industri untuk mendapatkan data/informasi untuk menyusun proposal proyek.

  1. Pembuatan Proposal

Proposal usulan proyek/investasi dibuat di semua tingkat dalam sebuah organisasi bisnis. Untuk menstimulasi aliran berbagai ide, banyak perusahaan menawarkan penghargaan berupa uang tunai untuk beberapa proposal yang diadopsi.

  1. Kajian dan Analisa

Proposal penganggaran barang modal secara formal direview dalam rangka     (a) mencapai tujuan dan rencana utama perusahaan dan yang paling penting (b) untuk mengevaluasi kemampuan ekonominya. Biaya yang diajukan dan benefit yang diestimasikan dikonversikan menjadi sebuah cash flow yang sesuai. Bermacam-macam teknik capital budgeting dapat diaplikasikan untuk cash flow tersebut untuk menghitung tingkat keuntungan dari investasi.

Berbagai macam aspek resiko diasosiasikan dengan proposal yang akan dievaluasi. Setelah analisis ekonomi telah dibuat lengkap, diiringi dengan data tambahan dan rekomendasi yang ditujukan untuk para pengambil keputusan.

  1. Pengambilan Keputusan

Tahap ini menentukan layak atau tidaknya investasi akan dilakukan. Besarnya sejumlah dana atau investasi yang dikeluarkan dan pentingnya capital budgeting menggambarkan tingkat organisasi tertentu yang membuat keputusan penganggaran. Perusahaan biasanya mendelegasikan kewenangan penganggaran modal sesuai dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Secara umum jajaran direksi memberikan keputusan akhir untuk sejumlah tertentu penganggaran modal yang dikeluarkan.

  1. Implementasi

Ketika sebuah proposal layak atau telah disetujui dan dananya telah siap, tahap implementasi segera dimulai. Untuk pengeluaran yang kecil, penganggaran dibuat dan pembayaran langsung dilaksanakan. Namun untuk penganggaran dalam jumlah besar, dibutuhkan pengawasan yang ketat.

  1. Tindak Lanjut (Follow Up)

Setelah diimplementasikan, maka perlu dilakukan monitoring selama tahap kegiatan operasi berjalan dari proyek tersebut. Perbandingan dari biaya yang ada dan keuntungan yang diekspektasikan dari berbagai proyek sebelumnya adalah sangat vital. Ketika biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran biaya yang ditetapkan, harus segera dilakukan tindakan untuk menghentikannya, apakah dengan meningkatkan benefit atau mungkin menghentikan proyek tersebut.

G. Prinsip Dasar Proses Capital Budgeting

  1. Capital budgeting pada dasarnya adalah aplikasi prinsip yang mengatakan bahwa perusahaan harus menghasilkan keluaran atau menyelenggarakan kegiatan bisnis sedemikian rupa sehingga hasil imbuh (marginal revenue) produk sama dengan biaya imbuhnya (marginal cost).
  2. Prinsip ini dalam kerangka penganggaran modal berarti bahwa perusahaan harus melakukan tambahan investasi sedemikian rupa sehingga perolehan marginal returns investasi itu sama dengan biayanya. Daftar berbagai proyek investasi dari hasil yang tertinggi hingga yang terendah mencerminkan kebutuhan perusahaan akan modal untuk investasi.
  3. Biaya marginal dari berbagai daftar investasi itu memberi petunjuk tentang upaya perusahaan untuk memperoleh tambahan modal guna membiayai investasi. Biaya marginal modal berarti sejumlah biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh dana dari luar (misalnya meminjam atau menjual saham dan biaya tumbal/opportunity cost) dari dana sendiri yang dapat diperoleh.

H. Metode Evaluasi Kelayakan Rencana Investasi

Metode yang dapat digunakan untuk dapat mengevaluasi berbagai alternatif investasi untuk dapat dipilih dikenal dua macam metode yakni metode konvensional dan metode discounted cash flow. Di dalam metode konvensional dipergunakan dua macam tolak ukur untuk menilai profitabilitas rencana investasi yakni payback period (PB) dan average rate of return (ARR), sedangkan dalam metode discounted cash flow dikenal tiga macam tolak ukur profitabilitas yakni Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan profitability Index. Perbedaan utama antara metode konvensional dengan metode discounted cash flow terletak pada penilaian terhadap nilai waktu uang (time value of money). Metode evaluasi konvensional tidak mempertimbangkan time value of money.

Terima Kasih

Previous Mahasiswa FEB UMI Juara Umum di Ajang Lomba Bulutangkis UMI CUP 2019
Next Halal bi Halal Keluarga Besar Universitas Muslim Indonesia

You might also like

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply